Kamis, 06 Januari 2011

Cara Menentukan Bilangan Genap Menggunakan Algoritma Recursive


Saya mencoba menggunakan logika lain yang lebih mudah untuk saya pahami. Misalnya, jika kita meng-inputkan sebuah bilangan yang di inisialisasikan “k”, maka komputer akan memeriksa menggunakan algoritma recursive apakah bilangan tersebut lebih dari 0 atau tidak. Jika kurang dari 0, maka bilangan tersebut negatif, namun jika lebih dari 0, bilangan itu positif. Apa pun hasil pemeriksaan itu, langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah angka tersebut habis dibagi 2 atau tidak. Jika iya, maka bilangan itu adalah genap, dan selain itu adalah ganjil. Bilangan genap pertama dimulai dari angka 0.
Algoritma:
//inisialisasi k
int k;
//memasukkan nilai k berupa angka (bilangan)
k = Integer.parseInt(n);

if (k < 0) {
            System.out.print("NEGATIF - ");
        } else {
            System.out.print("POSITIF - ");
        }
if (k % 2 == 0) {
            System.out.println("GENAP");
        } else {
            System.out.println("GANJIL");
Contoh:
Misalnya kita menginputkan angka 3.
1)      Angka akan diperiksa. Apakah 3 lebih dari 0? Ya, maka 3 merupakan bilangan positif.
2)      Apakah 3 habis dibagi 2? Tidak, maka 3 merupakan bilangan ganjil.
3)      Output=  jenis bilangan 3 adalah bilangan positif-ganjil.

Program Java untuk algoritma di atas
public class Even {

    public static void main(String[] args) {
        //inisialisasi k
        int k;
        String n;
        n = JOptionPane.showInputDialog("Input angka  ");
        //memasukkan nilai k berupa angka(bilangan)
        k = Integer.parseInt(n);

        System.out.println("Angka : " + k);
        System.out.print("Jenis Bilangan : ");
        if (k < 0) {
            System.out.print("NEGATIF - ");
        } else {
            System.out.print("POSITIF - ");
        }
        if (k % 2 == 0) {
            System.out.println("GENAP");
        } else {
            System.out.println("GANJIL");
        }
    }
}

Tips Pulic Speaking


Pada tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang definisi Public Speaking dan sekilas tipsnya. Sekarang, kita akan membahas tentang tips untuk berbicara di depan umum panggung lebih jauh.

 www.google.com

Untuk Berbicara di depan umum, dibagi menjadi 2 tahap:
a)      Tahap persiapan.
Mengandung 5W 1H antara lain:
1.      What.
Materi apa yang akan kita bawakan? Kita harus paham dulu dengan materi tersebut. Sehingga, ketika ada pertanyaan dari audience, kita bisa menjawabnya dengan baik dan benar. Selain itu, kita harus memberikan membawakan materi yang relevan, yang sesuai dengan tema. Agar minat audience dalam mendengarkan presentasi kita tetap terjaga, kita juga hendaknya memikirkan tentang contoh-contohnya. Sehingga penonton tertarik dan mudah menerima informasi yang kita berikan.
2.      Who.
Kepada siapa kita akan berpresentasi? Kita harus mengenali asal-usul audience kita. Sehingga, kita bisa menyesuaikan gaya bahasa yang akan kita gunakan. Misalnya, jika kita berpresentasi di hadapan anak sekolahan, kita juga harus menjelaskan dengan bahasa yang sehari-hari mereka gunakan. Biasanya kita menyebutkannya sebagai bahasa anak muda. Sedangkan bahasa yang kita gunakan untuk kalangan orang yang lebih tua lagi, misalnya orang tua kita, kita hendaknya menggunakan bahasa yang lebih sopan lagi. Kita bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (resmi).
3.      Where.
Dimana kita akan berpresentasi? Ini penting untuk menyesuaikan volume suara kita. Jika ruangan yang digunakan agak besar, maka hendaknya volume suara kita juga harus agak keras. sehingga terdengar dari belakang. Sebaliknya, jika ruangannya cukup kecil, kita juga harus mengurangi volume suara kita, sehingga suara yang terdengar tidak terlalu keras ataupun terlalu pelan.
4.      When.
Kapan kita berpresentasi? Mengetahui waktu berpresentasi penting agar kita bisa membuat audience tetap semangat mengikuti presentasi kita.
5.      Why.
Mengapa kita presentasi? Apa sih alasan kita berpresentasi? Dalam rangka apa? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu untuk mencairkan suasana ketika kita sedang presentasi.
6.      How.
Bagaimana kita akan melakukannya? 7% pnggunaan kata, 38% penggunaan nada, 55% gerakan tubuh. Apa maksudnya? Gunakan 7% untuk mempersiapkan kata-kata yang akan kita gunakan untuk berpresentasi, 38% untuk mempersiapkan intonasi yang akan kita gunakan dalam setiap kalimat, dan 55% gerakan tubuh yang sekiranya akan menarik perhatian audience.
b)      Tahap presentsi.
Tahap selanjutnya adalah tahap presentasi. Dimana, dalam tahp ini, mempunyai 3 tahap lagi, yaitu pembukaan, isi dan penutup.
1.      Dalam pembukaan, buka dengan sesuatu yg membangkitkan, Ice Breaker. Hal ini dimaksudkan untuk mencairkan ketegangan, memberikan kesan yang baik di mata audience serta mengenal audience.
2.      Dalam isi, buat situasi menyenangkan dengan hal-hal yang sekiranya audience suka. Misalnya saja lelucon. Tapi, jika kalian sedang berusaha memberikan lelucon, namun hal tersebut ternyata tidak lucu, maka jangan diteruskan. Karena hal itu, akan memberikan kesan “garing” di mata audience. Sebaliknya, jika hal itu lucu menurut audience, maka berikan waktu sejenak untuk audience tertawa.
3.      Agar tidak terasa membosankan, gunakan alat bantu.
4.      Dalam penutupan, berikan kesan yang menarik terhadap audience. Misalnya dengan kata-kata yang berkesan sehingga audience tetap mengingat presentasi yang kita lakukan.

Tulisan di atas merupakann tips untuk berbicara di depan umum. Jika kalian ingin tampilan kalian maksimal, maka kalian juga harus banyak berlatih setiap harinya.

Tips Mengatasi Demam Panggung

  www.google.com

Mondar- mandir dengan perasaan khawatir dan was-was bisa kita hadapi ketika kita akan tampil di depan umum. Hal ini sangatlah wajar. Namun, bukan berarti hal itu tidak bisa dikurangi atau bahkan mungkin bisa dihilangkan. Cara mengatasinya antara lain:
1.      Atur nafas sampai tenang
Sebelum berbicara, tarik nafas dalam-dalam. Jangan sampai audience tahu kegugupan kita. Apalagi sampai minta maaf. Karena hal ini, akan memberikan kesan yang negatif pada audience.
2.      Tatap mata audience
Untuk mempertahankan minat audience, selalu tatap mata audience. Sehingga audience merasa keberadannya dianggap oleh kita. Jangan terpacu pada power point yang ada. Sesekali aja melihat ke power point.
3.      Senyum
Selain untuk memberikan kesan yang positif di mata audience, senyum ternyata merupakann cara yang ampuh untuk mengurangi ketegangan. Perasaan kita menjadi relax. Dan audience, tentunya juga akann merasa senang dan nyaman ketika kita membawakan materi dengan tetap tersenyum.
4.      Berusahalah sewajar mngkin
Jangan over. Baik dalam berpenampilan maupun ketika kita membawakan materi. Karena, audience belum tentu nyaman dengan tingkah kita. Selain itu, ketika kita bersikap over, kita juga akan merasa tidak nyaman sendiri. Kita bisa-bisa merasa cemas sendiri. Merasa cemas apakah audience suka dengan penampilan kita, tertarik dengan materi yang kita bawakan? Sadari kecendrungan bahwa kita sedang menjadi pusat perhatian. Hindari gerakan yang berlebih dan jangan mengulng kata-kata.
5.      Berdirilah yang tegak tapi tidak kaku.
Ini akan membuat kita relax dan nyaman. Selain itu, akan terlihat enak untuk dilihat.dan ketika kita akan melangkah, lakukan dengan pasti. Jangan mondar-mandir tanpa tujuan.
6.      Hindri membuat jarak.
Sesekali mencoba membaur kepada audience dan lakukan interaksi dengan audience. Jangan terpacu pada satu titik saja.

Ini merupakan sedikit tentang tips mengatasi demam panggung. Mungkin kalian bisa menerapkannya ketika kalian membutuhkan. agar kalian terbiasa, sering-seringlah kalian melatih kemampuan kalian.

50 Tanda Seseorang Jatuh Cinta


www.google.com

Cinta, kata yang sangat nggak asing lagi di telinga kita. Terlihat bodoh karenanya. Namun, indahnya cinta tak bisa terlupakan oleh kita. Cinta adalah rasa suka kepada seseorang dalam banyak hal. Jadi, ketika kita di tanyai alasannya, kita akan kesulitan untuk menjawabnya. Berikut ini, adalah 50 tanda cinta yang saya kutip dari sebuah situs internet:
  1. Kamu melihat ada sesuatu yang berbeda dalam diri dia yang menarik untuk ditelusuri
  2. Merasa ada sesuatu yang menggelitik dari dalam diri kita
  3. Suka senyum-senyum atau ketawa-ketawa sendiri nggak jelas
  4. Suka curi-curi pandang ke arah target
  5. Kalo dia lagi ngeliat ke arah kita, jantung rasanya kayak mau copot
  6. Salah tingkah di depan dia
  7. Nggak sadar suka mempermalukan diri sendiri
  8. Berkeliaran di dekat dia terusss
  9. Suka ngelamun
  10. Mengkhayal yang indah-indah tentang kamu dan dia
  11. Nggak nafsu makan
  12. Mendadak jadi insomnia alias susah tidur
  13. Isi diarymu seputar dia, dia, dia, diaaaaa terusss
  14. Sering dengerin lagu mellow yang liriknya about love melulu
  15. Jadi care sama penampilan dan berusaha tampil keren terus di depan dia
  16. Seneng banget ngira-ngira lewat ramalan bintang
  17. Bentar-bentar ngaca
  18. Nyari tahu segalanya tentang dia, termasuk no telpon neneknya
  19. Deketin sobatnya, buka akses langsung ke dia
  20. Diam-2 motret dia pake HP terus kamu jadiin wallpaper
  21. Hobi nulis-2 namanya di setiap lahan kosong yang bisa kamu coretin
  22. Pelototin foto dia terusss
  23. Jadi ja’im berat kalo di deket dia
  24. Badan semerbak mewangi sana sini tralala trilili
  25. Kalo dia negur, rasanya kayak kesetrum
  26. Bela-belain bangun pagi buat bikin bekal untuk dikasih ke dia
  27. Nyimpenin sms dari dia
  28. Setia nunggu dia nelpon meskipun dia nggak janji mau nelpon
  29. Sok jual mahal kalo dideketin, tapi kalo dia nggak ada kelabakan sendiri
  30. Meng-iya kan apapun maunya dia, biarpun kamunya nggak suka
  31. Bilangnya Cuma nganggep temen, padahal mau kesengsem berat
  32. Pusing mikirin cara gimana ngajak dia nonton setelah sengaja beli tiket dua
  33. Rela nyisihin uang jajan untuk beli hadiah ulang tahun dia
  34. Nyari kartu valentine paling romantis buat dia
  35. Selalu memuji segala hal tentang dia
  36. Beli buku-buku psikologi tentang cinta dan dipraktekin satu-satu
  37. Satu senyuman dari dia bikin kamu mengira-ngira seribu maknanya
  38. Rajin sms-in kabar dia
  39. Pura-pura minjem buku padahal kita nggak perlu buku itu
  40. Minjemin CD terbaru supaya kamu ada alasan buat ke rumah dia ngambil CD
  41. Pas ketemu mata sama dia, muka serasa jadi kayak kepiting rebus
  42. Mati-matian nyari topik supaya obrolanmu nggak bisa basi kalo lagi sama dia
  43. Mencatat semua tanggal ketemuan, isi obrolan, dan resume-nya di diary
  44. Menyukai hal-hal yang dia sukai
  45. Jadi teman yang baik dan penuh perhatian saat dia lagi punya masalah
  46. Nggak mempedulikan apapun kekurangan dia
  47. Nggak bisa ngelupain dia sekalipun dia udah ngecewain berat
  48. Bener-bener sedih kalo dia lagi nggak ada
  49. Jadi anak paling rajin yang pernah dia temui
  50. Saat baca artikel ini, kamu jadi teringat pada seseorang. Pertanda kamu bener-bener lagi jatuh cinta!!!
Bisa dibaca juga di majalah GADIS no 13 Edisi Mei 2005
www.google.com/ Can’t Resist Lust

Gaya Belajar Berdasarkan Kecerdasan


Para ahli sepakat bahwa cerdas mengandung dua aspek, yakni:
Ø  Kapasitas untuk belajar dari pengalaman.
Orang yang cerdas akan selalu belajar dari pengalaman mereka sebelumnya. Sehingga, kemungkinan terjerumus ke dalam kesalahan yang sama, sangatlah kecil. Mereka akan selau berhati-hati dalam mengambil langkah. Memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi ketika mereka menentukan langkah mereka.
Ø  Kemampuan untuk beradaptasi
Aspek yang kedua adalah kemampuan untuk beradaptasi. Maksudnya, bisa menyesuaikan dan memposisikan diri mereka di mana pun mereka berada.
Anggapan yang beredar dalam masyarakat saat ini adalah bahwa orang yang cerdas, sudah pasti orang itu pintar sekolahnya dan otomatis nilainya pasti baik. selama ini, kecerdasan hanya diukur dari prestasi akademik. IQ, adalah salah satu metode yang biasa digunakan untuk menguji kecerdasan seseorang. Kemudian, apakah kecerdasan bisa menentukan keberhasilan seseorang? Jawabannya adalah tidak. Karena, kecerdasaan yang dimiliki seseorang adalah kecerdasan di bidang tertentu. Tidak ada satu irang pun yang cerdas dalam segala bidang. Kalau pun ada, mungkin jumlahnya sangat minim sekali.

www.google.com

Multiple Intelligence - Howard Gardner
Terdapat 8 jenis kecerdasan:
    1. Linguistik: kemampuan dalam bidang bahasa.
    2. Matematika dan Logika: suka ketepatan & menyukai berpikir abstrak & terstruktur.
    3. Visual & spasial: berpikir dengan menggunakan gambar termasuk gambaran mental, cakap bekerja dengan peta, grafik & diagram.
    4. Musik: sensitif terhadap mood & emosi, menyukai dan mengerti musik.
    5. Interpersonal: mudah bergaul, mediator, pintar berkomunikasi.
    6. Intrapersonal: mengerti perasaan sendiri, dapat memotivasi diri sendiri, mengerti siapa dirinya, mengerti & sangat memperhatikan nilai & etika hidup.
    7. Kinestetik: kemampuan pengendalian fisik yang sangat baik, ahli dalam pekerjaan tangan, suka menyentuh & memanipulasi obyek.
    8. Naturalis: mencintai lingkungan/alam, mampu menggolongkan obyek, mengenali, berinteraksi dgn hewan & tanaman.
(dikutip dari ppt Erma Suryani, dosen mata kuliah Ketrampilan Interpersonal, Jurusan Sistem Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya)