Kamis, 06 Januari 2011

Menampilkan “Hello World” Menggunakan Netbeans


Sebagai sebuah bahasa pemrograman, Java dapat membuat seluruh bentuk aplikasi, desktop,  web  dan  lainnya,  sebagaimana  dibuat  dengan  menggunakan  bahasa pemrograman konvensional yang lain. 
Java  adalah  bahasa  pemrograman  yang  berorientasi  objek  (OOP)  dan  dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Perkembangan  Java  tidak hanya terfokus  pada  satu  sistem  operasi,  tetapi  dikembangkan  untuk  berbagai  sistem operasi dan bersifat open source.
Berikut ini merupakan source code untuk menampilkan “Hello World” menggunakan Netbeans.

// import fungsi Scanner agar dikenali
import java.util.Scanner;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/**
 *
 * @author praktikum
 */
// pembuatan class bernama Test
public class Test
{
    // pembuatan main project
    public static void main (String args[])
    {
        // pembuatan tampilan menu utama
        System.out.println("======================================================");
        System.out.println("Menu");
        System.out.println("******************************************************");
        System.out.println("1. Menampilkan Hello World");
        System.out.println("2. Menampilkan input dari user dalam huruf kapital");
        System.out.println("3. Keluar");
        System.out.println("======================================================");
        // pemanggilan class Scanner untuk fungsi pengambilan input dari keyboard
        Scanner input = new Scanner (System.in);
        System.out.println("Masukkan Pilihan:");
        // pembuatan variable untuk menyimpan pilihan
        int pilihan;
        pilihan = input.nextInt();
        // seleksi kondisi untuk pilihan
        if (pilihan == 1)
        // kondisi pertama : jika memilih 1 maka :
        {
        System.out.println("Hello World");
        }
        else if (pilihan == 2)
        // kondisi kedua : jika memilih 2 maka :
        {
            Scanner kalimat = new Scanner (System.in);
            System.out.println("Ketikkan kalimat");
            // pembuatan variable untuk menyimpan input dari user
            String ketik;
            ketik = kalimat.nextLine();
            // pemanggilan fungsi untuk mencetak ulang input dari user menjadi huruf besar
            System.out.println("Dalam huruf besar:\n"+ketik.toUpperCase());
        }
        else if (pilihan == 3)
        // kondisi ketiga : jika memilih 3 maka:
        {
        // pemanggilan fungsi untuk keluar dari program
        System.exit(0);
        }
        else
        // kondisi terakhir : jika memilih selain 1,2, dan 3 maka:
        {
        // output warning :
        System.out.println("Tidak ada dalam pilihan");
        }
    }
}

sumber: JENI-Intro1-Bab02-Pengenalan Bahasa Java

Anak SI Alih Profesi


Surabaya – Tak hanya anak Ekonomi saja, anak Sistem Informasi ITS pun bisa terjun ke pasar. Bukan sekedar berjualan, mereka juga membuat produk dan mengelola sistem bisnis perusahaan yang mereka dirikan  sendiri.
Jika masyarakat berpikir Sistem Informasi hanya belajar tentang cara mengcoding, maka mereka salah. Di Sistem Informasi ITS ini, ada satu lagi mata kuliah yang menarik selain Ketrampilan Interpersonal. Mata kuliah ini dinamakan Sistem Fungsional Bisnis (SFB). Seperti halnya berada dalam kelas ekonomi, di sana mereka juga diajarkan tentang sistem bisnis sebuah perusahaan. Mulai dari membuat new product, mengemasnya, sampai cara memasarkannya. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang struktur organisasi yang ada dalam perusahaan.
Sekarang ini, mahasiswa baru kelas SFB sedang membuat telor asin. Tidak hanya memikirkan  inovasi yang akan diberikan pada telor asin, ternyata mereka juga harus memikirkan nama perusahaan, visi dan misi perusahaan yang mereka buat, struktur organisasinya, serta strategi pemasarannya.
Nantinya, telor asin dari perusahaan yang mendapat feedback paling banyak dari costumer  akan menjadi pemenang. Lebih dari itu, setiap anggotanya akan mendapat nilai A dalam mata kuliah ini jika perusahaan mereka tetap konsisten selama penilaian berlangsung.
Antusiasme para mahasiswa ini terlihat dari rancangan modifikasi baik rasa maupun tampilan yang diberikan pada telor asin mereka. Walaupun telor asin belum di panen 100%, masing-masing kelompok sudah terlihat sibuk memikirkan inovasi serta strategi pemasarannya.
Para mahasiswa ini ternyata tidak setengah hati dalam mengerjakan tugas ini. Terbukti, mereka mampu memberikan ide-ide cemerlang yang diterapkan ke dalam telor asin mereka. Dari yang sekedar mengganti bahan telornya, dari telor bebek menjadi telor puyuh, sampai memodifikasi telornya. Ada yang membuat “Sushi Naturalisasi”. Mereka mengganti sebagian bahan dasar sushi dengan bahan yang lebih familiar bagi penduduk pribumi. Misalnya, mereka menggnti ikan salmon dengan telor asin yang sudah mereka buat. Mengenai rasa, ternyata sushi naturalisasi ini tidak kalah dengan yang asli. Rasanya gurih. Selain itu, ada juga yang memberikan inovasi rasa pada telor asin mereka. Ada yang rasa pedas, jahe, bahkan udang. Sehingga, telor asin terasa gurih.
Tidak sampai di situ, mereka harus memberikan promosi yang menarik minat costumer untuk datang ke stan mereka dan memberikan poling.
Mata kuliah semacam ini sangatlah menunjang untuk membentuk mahasiswa yang berjiwa wira usaha.  Diharapkan mahasiswa dapat berwira usaha sendiri dengan tetap memanfaatkan teknologi informasi yang ada, mengingat mereka berasal dari jurusan Sistem Informasi. Maka dari itu, alangkah baik jika metode pembelajaran yang mengajak mahasiswanya terjun langsung ke dalam dunia yang mereka pelajari seperti pada mata kuliah SFB ini diterapkan pada setiap mata kuliah. Sehingga para mahasiswa ini tidak bosan dengan metode pembelajaran yang hanya mendapatkan materi dan praktikum di lab.

Resensi Novel "Surat Kecil Untuk Tuhan"


Judul         : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penerbit    : Inandra Publisher
Penulis      : Agnes Davonar
Kategori    : True Story
Cetakan    : ke-8
Tebal        : x + 232 Halaman

www.google.com

Tuhan ..
Andai aku bisa kembali..
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada siapapun
Tuhan..
Andai aku bisa memohon..
Jangan ada tangis dan duka di dunia lagi..
Tuhan..
Andai aku bisa menulis surat untuk-Mu..
Jangan pisahkan aku dari sahabat dan orang yang aku sayangi
Aku ingin menjadi dewasa..
Seperti burung yang bisa terbang ketika ia dewasa...
Aku ingin Ayah melihat aku ketika aku memiliki lagi keindahan geraian rambut..
Tuhan...
Surat kecilku ini..
Adalah permintaan terakhirku andai aku bisa kembali...

Untaian kata di atas, ditulis oleh seorang penderita kanker ganas, Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Kanker yang sangat mematikan. Dia adalah orang pertama yang mengidap kanker tersebut di Indonesia. Ketika divonis mengidap kanker mematikan ini, kanker yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari, Gita Sesa Wanda Cantika atau yang akrab dipanggil Keke masih berusia 13 tahun. Usia yang cukup belia. Namun, penderitaan yang di alaminya sangat berat. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal lainnya.

 

Mengetahui vonis yang dijatuhkan kepada anaknya tersebut, ayah Keke, Joddy Tri Aprianto sangat sedih. Namun, beliau tidak berputus asa. Beliau mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan putri kesayangannya itu. Mencari dokter terbaik, berobat kesana kemari. Hingga akhirnya kanker yang ada di wajah Keke itu hilang. Keke dinyatakan sembuh. Sungguh keajaiban yang luar biasa. Berita ini menjadi anugerah terindah bagi Keke dan keluarga serta orang-orang terdekatnya. 

 

Namun, setelah 3 tahun berlalu, ternyata kanker itu dinyatakan datang lagi. Keke sadar napasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernapas lebih lama dari vonis lima hari bertahan hingga 3 tahun lamanya.

Dokter telah menyerah menghadapi  kanker yang diderita Keke. Di napas terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.

Napasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi.

 

Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online, termasuk saya. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas.

 

Menurut saya, kata-kata yang dituliskan oleh penulis, Agnes Davonar, sangat bagus. Dia mampu mengekspresikan setiap detail kejadiannya itu melalui setiap kata yang ia tuliskan. Pembaca seolah-olah ikut terbawa dalam suasana. Merasakan apa yang dialami Keke.

 

Setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Keke yang dituliskan oleh penulis, seolah membri isyarat, bahwa hidup itu hanya sementara. Jangan kalian menyia-nyiakan hidup kalian. Karena hidup kalian sangat berharga. Banyak orang sedang berjuang menghadapi kematian di luar sana. Jangan pernah berputus asa. Percayailah kebesaran Tuhan. Karena, kita tidak akan bisa menolak kuasa-Nya.

Rabu, 05 Januari 2011

Karakter Seseorang Berdasarkan Tipe Golongan Darah

 “Aduh ni orang kok marah melulu kerjaannya. Keras kepala banget dia. Lagi ada masalah atau emang sudah sifatnya ya?”. Kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan mengetahui golongan darahnya. Ada 4 golongan darah yang ada, yatu A, B, AB dan O. Menurut literatur yang saya baca, masing-masing golongan darah, mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Untuk lebih lanjut, kita akan membahasnya satu persatu.
1.      Golongan darah A
a.       Orang dengan golongan darah A, cenderung mempunyai kemauan yang keras, berkepala dingin,cserius dalam segala sesuatunya, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
b.      Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala. Ketika keinginannya belum terpenuhi, mereka akan cenderung untuk ngeyel. Mereka pantang menyerah sebelum keinginan mereka itu terpenuhi.
c.       Mereka cenderung berfikir kritis dan akan menghindari segala seuatu yang akan mengancam keberhasilan mereka. Oleh karena itu, sebelum melakukan sesuatu, mereka akan memikirkan segala sesuatunya terlebih dahulu dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Setelah itu, mereka akan  mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
d.      Mereka berusaha membuat diri mereka nyaman. Mereka tidak suka berpenampilan mencolok, tapi bukan berarti ketinggalan jaman. Mereka suka dengan penampilang yang wajar, casual tetapi modis.
e.       Karena kepribadiannya yang cenderung tidak suka keramaian, mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
f.       Sebenarnya, mereka mempunyai kepribadian yang rapuh. Mereka selalu menyimpan segala sesuatunya sendiri. Seolah-olah mereka terlihat tegar, sosok yang kuat, tahan banting. Padahal, mereka sedang menyembunyikan perasaan mereka. Mereka tidak mau orang lain mengetahui bahwa mereka sosok yang rapuh.
g.      Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
h.      Mereka sensitif dengan lingkungan mereka.
2.      Golongan darah B
a.       Orang yang bergolongan darah B ini cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatunya.
b.      Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
c.       Kelebihannya mereka bisa memprioritaskan yang akan mereka kerjakan tapi, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan. Mereka akan melalaikan sesuatu ketika mereka terfokuskan pada prioritas mereka.
d.      Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata.
e.       Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
f.       Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
3.      Golongan darah AB
a.       Sama dengan golongan darah A, orang bergolongan darah AB juga mempunyai  perasaan yang sensitif, lembut.
b.      Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
c.       Disamping itu mereka keras dengan diri.
d.      Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam, mendramatisir istilahnya.
e.       Orang bergolongan darah AB cenderung mudah bergaul.
f.       Tapi, ketika mereka mendapatkan masalah, mereka akan cenderung untuk mengasingkan diri dan memikirkan masalah mereka.
4.      Golongan darah O
a.       Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
b.      Mereka menerima dan mengerjakan segala seuatunya dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
c.       Mereka baik hati, senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
d.      Mereka ini sosok yang misterius. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di banyak cintai.
e.       Sebenarnya, mereka keras kepala dan cenderung mempertahankan pendapat mereka.
f.       Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
Nah, kita sudah mengenali karakter melalui golongan darah. Untuk kebenarannya, kembali ke diri kita masing-masing. Bagaimana kita menyikapinya.
(www.google.com/dikutip dari novhard’s cube - Golongan Darah & Tipe Kepribadian - Syibly Avivy A.M. 26 Jan’04)

Senin, 03 Januari 2011

Berbicara di Depan Umum? Siapa Takut?!


www.google.com

“Maav, saya tidak pandai berbicara di depan orang banyak.”, itu adalah alasan yang biasa kita utarakan jika kita disuruh tampil di muka umum. Tapi sekarang, nggak jamannya lagi menolak tawaran nampang di muka umum dan ditonton orang banyak. Orang bilang, “Nggak eksis loe”. 

Public Speaking bahasa Inggrisnya, merupakan suatu proses untuk berbicara di depan seseorang atau lebih. Jika ada orang yang bilang, berbidara di depan umum adalah sebuah bakat alami, berarti orang itu sedang bersembunyi di balik pernyataannya itu. Artinya, orang tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk berbicara di depan umum dan tidak mau melatihnya.

Sebelum kita mulai berbicara di depan umum, misalnya kita diminta untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan, Public Speaker professional sekali pun. Entah itu menyiapkan materi yang akan dibawakan, baju yang akan dikenakan dan yang nggak kalah penting, Public Speaker harus paham tentang asal- usul audience. Sehingga kita bisa menyesuaikan gaya bahasa yang akan kita gunakan yang sekiranya, audinence bisa menerima informasi yang kita sampaikan dengan baik.

Agar terbiasa berbicara di muka umum, kita harus melatihnya sejak dini. Caranya mudah, kita berbicara di depan cermin, kita ngomong sepuasnya dengan topik yang sekiranya kita menguasainya. Anggaplah bayangan kita di cermin itu audience. Jika sudah lancar, coba kembangkan sedikit dengan berbicara di depan keluarga atau pun teman kita. Cobalah berani dengan berfikir, “Orang lain saja bisa, masak aku nggak. Padahal makanan pokoknya sama”. 

Setelah itu, kita uji kemampuan kita dengan yang lebih berkelas, yakni dengan presentasi. Mungkin presentasi sudah biasa kita lakukan. Apalagi mahasiswa, hampir tiap minggu selalu ada presentasi. Tapi apakah kita sudah tampil maksimal? Kebanyakan, kita sedikit banyak selalu membaca hardcopy maupun power point dari materi yang kita bawakan. Ini adalah presentasi yang sangat membosankan. Tidak ada interaksi antara pembicara dengan audience.
 
Tidak perlu panjang lebar, tidak perlu berbelit-belit, tapi gunakan kalimat yang efektif  ketika kita berbicara di depan umum. Jangan mengulangi kata-kata dalam jumlah berlebih. Karena, audience  akan cepat bosan mendengarkan kita.

Nah itu sedikit tips agar kita bisa berbicara di depan umum. Karena kedepannya nanti, kita akan dituntut untuk bisa berbicara di depan orang banyak. Entah itu mempresentasikan hasil kerja kita kepada atasan kita atau pun mungkin suatu saat kita diminta menjadi MC dalam sebuah acara. Jika kita bilang, “Maav, saya tidak bisa”, Apa kata dunia??? Oleh karena itu, melatih kemampuan Public Speaking itu perlu dilakukan sejak dini. Sekian yang bisa saya sampaikan, mungkin kelanjutannya bisa dibaca di tulisan selanjutnya. Terima Kasih.

Teknik Belajar yang Efektif Seperti Apa Ya??


Apa sih Teknik Belajar??
Sebelum kita tahu bagaimana teknik belajar yang efektif, kita harus tahu apa itu teknik belajar. Teknik belajar adalah pendekatan atau cara belajar (LdPride, 2008). Kita juga bisa mengartikannya sebagai metode belajar. Metode belajar yang paling umum digunakan adalah Fleming's VAK model, yakni:
Ø  Visual Learners
Cara belajar yang lebih cenderung untuk melihat. Orang-orang yang menggunakan metode ini akan lebih bisa menyerap informasi yang diberikan jika mereka melihat seperti gambar, slide, diagram, maupun handout.
Ø  Auditory Learners
Cara belajar ini lebih cenderung untuk mendengar. Tanpa melihat gambar, mereka sudah bisa menyerap informasi yang mereka terima. Mereka bisa mendengarkan dari penjelasan dari pengajar, diskusi, maupun dari suara tape.
Ø  Kinesthetic Learners
Cara yang ketiga adalah menggunakan gerakan tubuh. Maksudnya, mereka akan lebih bisa menyerap informasi yang diberikan jika mereka mempraktekkannya. Melalui explorasi, project, maupun experiment.
www.google.com

Teknik Belajar yang Efektif
Teknik belajar yang efektif merupakan metode belajar dimana informasi yang diberikan bisa diserap semua dengan baik. Belajar yang efektif haruslah banyak dipraktekkan, tidak cukup hanya difikirkan dalam angan-angan. Karena, ketika kita mempraktekkan, informasi yang tersimpan lebih banyak dari pada hanya sekedar melihat atau pun mendengar. Selain itu, gunakan informasi terkait untuk meningkatkan teknik belajar. Selain itu, sebelum kita belajar, kita juga harus menjadwalkan waktu belajar kita. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mudah  mengatur waktu belajar kita ketika ada kejadian yang tidak diharapkan. Waktu yang tepat untuk belajar adalah waktu dimana pikiran kita sedang relax, siap, dan telah direncanakan sebelumnya.

Tips Belajar
1.      Pastikan semua tugas telah dibaca dan dipahami, serta buat catatan yang tidak dimengerti.
2.      Agar yang kita pelajari lebih mudah kita ingat dan kita lebih paham lagi, selalu lakukan review catatan yang telah dibuat di kelas hari itu juga.

Sudah mengetahui teknik belajar yang efektif kan? Apakah selanjutnya kalian akan menerapkan dalam cara belajar kalian? Seperti penjelasan di atas, buatlah schedule belajar kalian terlebih dahulu agar waktu belajar kalian teratur.
(dikutip dari ppt Erma Suryani, dosen mata kuliah Ketrampilan Interpersonal, Jurusan Sistem Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya)

Rabu, 22 Desember 2010

Apa sih Rasanya Jika Kita Tinggal di Panti Sosial???


Pertemuan matkul KI di LIPONSOS, salah satu pondok sosial di daerah Keputih, ternyata memberikan kesan tersendiri untuk saya. Banyak yang dapat saya pelajari setelah bertemu dengan orang-orang disana, antara lain:
1)      1. Merasakan penderitaan orang lain
Saya disana diajak merasakan, bagaimana sih kehidupan di pondok sosial? Apa sih yang mereka rasakan selama ini? Apa keinginan-keinginan mereka? Mungkin mereka dulu adalah sosok yang normal, mempunyai keluarga, pekerjaan ataupun aktivitas rutin yang mereka sering lakukan di akhir pekan, tapi sekarang mereka tidak bisa melakukan itu lagi. Mereka harus tetap berada dalam pondok sosial selama perawatan dalam waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun. Bisa dibayangkan betapa bosannya jika kita yang mengalami. Ketika mereka bercerita tentang apa yang mereka inginkan, sebagian besar dari mereka menjawab, “Aku ingin pulang. Aku rindu keluargaku”. Memang sebagian dari mereka mengalami gangguan mental, tapi sudah banyak pula yang mulai sembuh. Jadi saya rasa, itu ungkapan yang mereka utarakan dengan sadar. Karena saya adalah anak kost, jadi saya juga bisa merasakan apa yang mereka rasakan.
2)     2. Saling menghargai, mengerti dan memahami
Menghargai orang lain, mengerti apa yang mereka rasakan dan mereka inginkan, serta memahami pola pikir mereka, sangatlah penting kita lakukan jika kita ingin mengenal orang lain lebih dekat. Hal ini kita lakukan agar mereka merasa nyaman dengan kehadiran kita ditengah-tengah mereka. Dengan saling menghargai dan memahami, akan tercipta hubungan kekerabatan yang erat. Meskipun awalnya tidak saling mengenal.
3)      3. Saling membantu
Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain dalam menjalani hidup ini dan orang lain pun demikian. Ketika orang lain membutuhkan, hendaknya kita membantu sebisa mungkin dan seikhlas mungkin. Karena tanpa keikhlasan, kita tidak akan merasakan hidup yang tenang. Ketika kita membantu orang lain, suatu saat ketika kita membutuhkan bantuan, kita pasti akan mendapatkan bantuan pula dari orang lain meskipun tanpa diminta.
4)     4. Kebersamaan
Tanpa sadar, di LIPONSOS tercipta sebuah kebersamaan. Walaupun mereka tidak bisa berkumpul dengan keluarga mereka, tapi mereka menemukan keluarga baru. Keluarga yang siap berbagi dengan mereka dalam keadaan apapun, susah maupun senang.
5)      5. Hidup itu berharga
·         Waktu tidak pernah terulang
·         Jangan pernah mengandalkan kesempatan kedua
·         Jangan pernah menyerah
Kita semua pasti sudah mengetahui jelas bahwa waktu itu tidak akan terulang sampai kapanpun. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan. Karena itu, kita harus memanfaatkan waktu yang kita punya ini dengan sebaik mungkin. Karena, setiap detik, menit, jam, dalam sehari, sebulan, setahun itu sangat berharga. Kita sebenarnya bisa melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi diri kita dan orang – orang di sekitar kita. Yakni, dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Jangan pernah mengandalkan kesempatan kedua. Karena, kesempatan kedua belum tentu ada. Jika kita tidak segera mengambil kesempatan itu, maka kesempatan yang lainnya mungkin saja tidak akan pernah datang lagi. Lakukan apa yang hendak kita lakukan sekarang. Jangan menunda apa yang seharusnya kita lakukan sekarang. Jika pada detik itu kita gagal, hendaknya pada detik itu pula kita instropeksi diri dan review apa yang kita lakukan. Segera mencari letak kesalahan kegagalan kita dan segera bangkit untuk memperbaiki kesalahan itu.   
6)      6. Keluarga itu harta terindah
Keluarga merupakan tempat kita bersandar. Keluarga adalah orang-orang yang selalu ada ketika kita membutuhkan mereka, dalam keadaan susah maupun senang. Keluarga itu merupakan harta terindah. Harta yang terlalu berharga untuk dinilai. Dari mereka, kita mendapatkan kasih sayang yang tulus, dari mereka kita mendapatkan pendidikan yang paling dasar tentang norma-norma yang ada dalam masyarakat, dan dari mereka pula kita mendapatkan support ketika kita terpuruk. Senyaman-nyamannya tempat, paling nyaman jika kita berada di antara keluarga. karena itu, jangan pernah berfiikir keluarga benci kepada kita dengan melarang kita melakukan sesuatu, mereka hanya ingin melindungi kita dari sesuatu yang mungkin mengancam keselamatan kita.
Moment ini diambil ketika kami mencoba membaur ke para penghuni panti